Feeds:
Pos
Komentar

Archive for November, 2013


 Assalamu ‘alaikum Warahmatullohi Wabarokaatuh (:

Alhamdulillah, Training Kader I (pertama) UKKI Al-Fatih untuk Anggota Tahun 2013 sudah terlaksana dengan lancar pada tanggal 16-17 November 2013 yang bertempat di Desa Pangkah, Piyungan, Bantul. Dimana Training Kader pertama ini diikuti oleh Mahasiswa yang akan menjadi anggota dari UKKI Al-Fatih yang merupakan langkah awal menuju gerbang keorganisasian mereka dalam mengikuti perekruitan. Training Kader pertama ini diikuti oleh 63 peserta rekruitmen, dari 63 peserta tidak semuanya mahasiswa baru dari angkatan 2013 saja tetapi ada dari angkatan 2012 sekitar 7 orang yang baru mendapatkan hidayah untuk mengikuti Organisasi ini.

Acara dimulai dengan berkumpul terlebih dahulu di Kampus 2 ATK untuk mempersiapkan diri menuju Piyungan, transportasi untuk menuju ke tempat pelaksanaan yaitu untuk peserta menggunakan bis ATK yang mengangkut peserta dua kali dan untuk panitia dan Pengurus Harian serta Dewan Penasehat menggunakan motor. Sekitar jam 09:00 WIB acara pembukaan baru dimulai dengan pembacaan Tilawah oleh Akhi Eko Wandiro dan dilanjut dengan sambutan oleh Ketua Panitia (Akhi Muhammad Andri Saputra), Ketua Umum UKKI Al-Fatih (Akhi Hera Haqiqi) serta Presiden Mahasiswa (Akhi Muhammad Hamdan Syakiron) dan Dewan Penasehat (Akhi Arif Fadillah). Setelah acara sambutan dilanjut dengan pengenalan Profil UKKI Al-fatih oleh Akhi Arif Fadillah dan dilanjut dengan tes tertulis untuk peserta Training, setelah itu acara dilanjut dengan refreshing (Ice Breaking) dan dilanjut sholat Dluhur berjama’ah.

Sehabis sholat Dluhur berjama’ah, peserta, panitia, pengurus harian serta dewan penasehat berjama’ah makan siang dengan diawali dengan yel-yel dan berdo’a sebelum makan. Kemudian dilanjut dengan interview, latihan kultum terhadap setiap peserta, acara tersebut berlangsung hingga pukul 21:30 WIB dengan diselingi shoimah (sholat istirahat makan berjama’ah). Setelah para peserta diarahkan untuk beristirahat, sementara itu Panitia, Pengurus Harian serta Dewan Penasehat (yang Ihkwan) melakukan rapat kecil-kecilan serta survey ke makam terdekat untuk acara selanjutnya yaitu Uji Mental, Uji Mental dilakukan agar peserta dapat melatih keberanian diri dalam setiap rintangan yang dihadapinya. Uji Mental ini dilakukan setelah melaksanakan Qiyamul Lail agar peserta mendapatkan bekal batin yang kuat sebelum melakukan Uji Mental, pada pelaksanaan peserta hanya disuruh mengambil kartu peserta anggota masing-masing kelompok yang berada di sekitaran makam dan masih didampingi oleh Pengurus Harian serta Dewan Penasehat pada saat di area makam untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan.

Lanjut acara yaitu setelah masing-masing kelompok mengambil kartunya masing-masing, peserta dikumpulkan di teras serambi tempat acara untuk melakukan Muhasabah (Renungan Malam) agar peserta merenungkan apa kesalahan mereka selama ini, bagaimana mereka terhadap kedua orangtua mereka, lemahnya mereka atas cobaan yang dihadapi, kurangnya rasa syukur terhadap Allah. Di sini mereka diberi motivasi agar lebih kuat batin mereka terhadap apa, bagaimana yang harus mereka lakukan di dunia dan untuk akherat. Setelah acara Muhasabah dilakukan, peserta, panitia, pengurus harian serta dewan penasehat melaksanakan sholat Subuh berjama’ah. Setelah itu dilanjut dengan senam bersama di area lapang terdekat dengan pemandu Akhi Ahmad Kristianto dan Akhi Eko Wandiro, selain senam bersama acara disambi dengan perkenalan antara peserta, panitia, pengurus harian serta dewan penasehat.

Setelah badan bugar kembali yang diawali pagi dengan senam bersama, sarapan pagi pun mengisi perut kita dengan diawali yel-yel dan berdo’a sebelum makan. Setelah perut terisi amunisi, peserta dikumpulkan sesuai kelompok awal yang telah dibentuk sebelumnya, pengumpulan peserta ini guna untuk memberikan arahan terhadap peserta untuk menuju agenda selanjutnya yaitu Outbond. Outbond di sini dibagi menjadi 5 Pos, yaitu Pos 1 outbond “Sarung Ditempat” untuk melatih kekompakan antar kelompok serta kekreatifitasan pribadi,  Pos 2 outbond Rantai Terpanjang yang mana peserta memanfaatkan benda yang mereka bawa untuk dijadikan rantai terpanjang, Pos 3 outbond memasukkan air dari ember bertali ke dalam botol ini untuk melatih kecerdasan otak terhadap apa yang harus mereka lakukan agar air bisa masuk ke dalam botol, Pos 4 outbond UKKI Pintar ini bisa melatih kemampuan otak untuk  membaca gerak-gerik dari sang peraga dan Pos 5 (pos terakhir) hanya melewati sungai dangkal yang disambi mengambil airnya yang disimpan dalam plastik dari masing-masing peserta untuk acara selanjutnya. Setelah melewati pos-pos, peserta kembali lagi ke tempat semula untuk melanjutkan permainan berikutnya yaitu permainan perang air di mana perkelompok saling berhadapan dengan menutup matanya dengan slayer atau penutup mata yang dibawa oleh masing-masing peserta. Dari permainan ini peserta diarahkan untuk melempar air dalam plastik kepada peserta yang berada di hadapannya, permainan ini bisa melatih konsentrasi karena mata ditutup, peserta juga bisa mengandalkan penglihatan batin untuk bisa tepat sasaran yang dituju.

Acara demi acara telah terlaksana dengan baik, setelah banyak permainan yang begitu banyak menguras tenaga serta melatih otak. Peserta dikumpulkan kembali di lapang untuk pembacaan Ikrar Organisasi, Ikrar Organisasi untuk UKKI ini baru pertama kali diikrarkan terhadap peserta Training Kader. Peserta sebelum ikrar terlebih dahulu memegang tiang bendera UKKI Al-Fatih yang diwakilkan antara Ikhwan dengan Akhwat serta Ikhwan dan Akhwat yang lain memegang pundak saudaranya secara berurutan yang dimulai dari Ikhwan dan Akhwat yang memegang tiang bendera, adapun Ikrar Organisasi tersebut berbunyi :

BISMILLAHIROHMAANIRROHIIM

Asyhadu anlaa ilaaha illallah wa asyhaduanna muhammadarrasulullah.

Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah dan Muhammad adalah Rasulullah.

Saya Kader UKKI Al-Fatih ATK Yogyakarta berikrar :

  • Siap menjunjung tinggi  dan mengamalkan nilai-nilai Islam dengan berpegang teguh pada Al-Qur’an dan Sunnah.
  • Akan senantiasa menjunjung nilai persaudaraan Islam.
  • Siap menghormati dan melaksanakan tugas serta tanggungjawab sebagai penerus Kader UKKI Al-Fatih ATK Yogyakarta.
  • Siap menerima sanksi apabila melakukan hal-hal yang bertentangan dengan tata aturan organisasi UKKI Al-Fatih ATK Yogyakarta.
  • Siap menjaga nama baik UKKI Al-Fatih ATK Yogyakarta kapan dan dimanapun saya berada.

Allahuakbar, Allahuakbar, Allahuakbar.

Walhamdulillahirobbi ‘alamin

Alhamdulillah pembacaan ikrar pun terlaksana dengan baik, semoga dengan adanya ikrar ini peserta dari Training Kader dapat memahami dan melaksanakan ikrar yang telah diucapkan. Aamiin

Acara selanjutnya yaitu penutupan yang dilakukan setelah pembacaan ikrar dan dilanjut dengan pembacaan nominasi Peserta Ikhwan dan Akhwat Terbaik dan nominasi-nominasi yang lainnya.

Wassalam ‘alaikum Warohmatullohi Wabarokaatuh

1475810_719738364720315_1331984972_n 1392051_719738788053606_292777650_n

Penulis : Jihad Rengkuh Firdaus

Ide dan Masukan : Muhammad Taufik Ali

Iklan

Read Full Post »


1013415_529920450402478_1865989914_n

 

 

 

 

 

 

Read Full Post »


Pembaca muslim yang dimuliakan oleh Allah ta’ala, seorang muslim yang beriman kepada Allah dan hari akhir akan mengimani wajibnya memuliakan tamu sehingga ia akan menempatkannya sesuai dengan kedudukannya. Hal ini sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

مَنْ كَانَ يُؤْمِنُ بِاللهِ وَاْليَوْمِ اْلأخِرِ فَلْيُكْرِمْ ضَيْفَهُ

“Barang siapa yang beriman pada Allah dan hari akhir maka hendaklah dia memuliakan tamunya.” (HR. Bukhari)

Berikut ini adalah adab-adab yang berkaitan dengan tamu dan bertamu. Kami membagi pembahasan ini dalam dua bagian, yaitu adab bagi tuan rumah dan adab bagi tamu.

Adab Bagi Tuan Rumah

1. Ketika mengundang seseorang, hendaknya mengundang orang-orang yang bertakwa, bukan orang yang fajir (bermudah-mudahan dalam dosa), sebagaimana sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,

لاَ تُصَاحِبْ إِلاَّ مُؤْمِنًا,وَلاَ يَأْكُلُ طَعَامَك َإِلاَّ تَقِيٌّ

“Janganlah engkau berteman melainkan dengan seorang mukmin, dan janganlah memakan makananmu melainkan orang yang bertakwa!” (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)

2. Tidak mengkhususkan mengundang orang-orang kaya saja, tanpa mengundang orang miskin, berdasarkan sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,

شَرُّ الطَّعَامِ طَعَامُ الْوَلِيمَةِ يُدْعَى لَهَا الأَغْنِيَاءُ ، وَيُتْرَكُ الْفُقَرَاءُ

“Sejelek-jelek makanan adalah makanan walimah di mana orang-orang kayanya diundang dan orang-orang miskinnya ditinggalkan.” (HR. Bukhari Muslim)

3. Tidak mengundang seorang yang diketahui akan memberatkannya kalau diundang. (lebih…)

Read Full Post »